Jumat, 21 Agustus 2009

Wisata Alam yang Menantang

Bagi wisatawan yang menyukai tantangan, Melawi jawabannya. Mulai dari arum jeram. Tebing bukit yang curam. Hingga jalan-jalan desa yang bisa digunakan untuk pencinta reli. Di Sungai Pinoh yang terbentang dari Nanga Pinoh hingga Sokan. Jeram yang paling menantang ada di Sayan dan Pinoh Selatan. Walau masih belum dilirik dan hanya menjadi potensi yang masih belum ada sentuhan pengelolaan, namun arum jeram Sungai Pinoh pernah dicoba oleh beberapa penggemar olah raga air ini. Salah satunya dari Pencinta Alam Gember beberapa waktu lalu. Arum jeram yang ada di Sungai Pinoh tidak ditemukan pada musim kemarau panjang. Apalagi pada musim penghujan. Namun, bisa dinikmati pada musim menjelang musim kemarau. Bila musim kemarau, jeram sangat sedikit, hanya beberapa bagian saja. Riam yang paling terkenal adalah Riam Kenebak. Banyak cerita menarik dari orang sekitar mengenai keganasan riam ini. Riam Kenebak ini pernah beberapa kali mematahkan kendaraan air milik masyarakat, sakit berbelok dan bergelombang. Kalau reli, di setiap jalan menuju desa pasti ada. Bagi mereka yang menyukai medan berat, datang saja ke desa-desa Melawi. Dipastikan menemukan jalan berat yang hanya bisa dilalui para ahli. Sementara untuk pencinta panjat dinding. Ada beberapa lokasi yang bisa digunakan sebagai panjat dinding. Salah satunya di jalan milik PT Erna. Tebingnya bisa digunakan untuk para pencari tantangan. (aji)


http://equator-news.com
by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.

Kamis, 20 Agustus 2009

Mantan Rektor Gaza Dialog dengan Mahasiswa ITB

Bandung – Mantan Rektor Universitas Islam Gaza Palestina DR. Syaikh Muhammad Mahmud Shiyam (75 th) mengadakan silaturrahim dan dialog menyambut bulan suci Ramadhan bersama mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) seusai shalat dzuhur berjamaah di Masjid Salman ITB Bandung , Rabu (19/8). Pada kesempatan itu, Syaikh Shiyam mengemukakan, mahasiswa dan pemuda merupakan pilar kekuatan dakwah dan peradaban Islam. "Mahasiswa dengan berbagai disiplin ilmunya sangat penting dalam program dakwah dan mengangkat kembali kejayaan peradaban Islam di garis depan" tandasnya seperti diterjemahkan Yakhsyallah Mansur , MA , di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi masjid tersebut.

Untuk itu, Syaikh Shiyam yang juga Imam Masjid Al-Aqsha selama beberapa tahun sebelum akhirnya diusir Zionis Israel meminta segenap mahasiswa muslim mengeksplorasi buku-buku sesuai bidangnya guna meraih prestasi maksimal demi kejayaan Islam. “Dengan ilmu yang mumpuni diimbangi iman dan semangat jihad, kejayaan Islam akan dapat diraih. Apalagi dalam upaya pembebasan tempat suci Masjid Al-Aqsha Palestina kiblat pertama umat Islam, sumbangan ilmuwan muslim sangat diperlukan,” ujar Ketua Ulama Palestina yang kini mengungsi ke negeri Yaman itu. Memasuki bulan suci Ramadhan, anggota Al-Quds Internasional Institution pimpinan DR. Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi itu mengucapkan terima kasih atas solidaritas dan bantuan umat Islam Indonesia terhadap perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsha Palestina.

Ia juga menyampaikan pesan agar umat Islam semakin mempererat ukhuwah Islamiyah, mewujudkan satu kesatuan jama’ah muslimin, serta menghidmati ibadah di bulan suci Ramadhan dengan khusyu dan sungguh-sungguh. Pada kesempatan itu, bekerjasama dengan Rumah Amal Salman ITB terkumpul dana spontan mahasiswa untuk Palestina sejumlah Rp 2.677.300. Dana diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Aqsa Working Group Wilayah Jawa Barat, Sony Sugema,MBA kepada Syaikh Shiyam. Dalam kunjungannya ke Indonesia Ramadhan tahun ini, Syaikh Shiyam dijadwalkan mengisi ceramah ke berbagai masjid besar di Indonesia seperti Masjid At-Taqwa Markas Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Bogor, Masjid Al-Azhar Jakarta, Masjid At-Tiin TMII Jakarta, dan Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Masjid Kampus Universitas Lampung dan Masjid Kampus Universitas Mulawarman Samarinda, Kaltim. *(Ali Farkhan Tsani)

http://www.eramuslim.com/berita/nasional
by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.

Mantan direktur BAKIN: terorisme kerjaan intelijen.

Dalam diskusi yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Wisma Antara siang tadi, mantan direktur BAKIN, AC Manulang, menegaskan bahwa tidak mungkin terorisme dilakukan atas ajaran agama Islam, semuanya merupakan bagian dari operasi intelijen.

”Islam tidak mengajarkan terorisme. Karena Islam merupakan agama yang mengajarkan perdamaian. Terorisme adalah bagian dari kegiatan intelijen,” ujar doktor sosiologi dari universitas di Jerman ini.

Menurut Manulang, setelah perang dingin antara kapitalisme dan komunisme usai, Amerika sebagai pionir dari kapitalisme mencari musuh baru, yaitu Islam. Inilah yang sedang terjadi saat ini. Kenapa harus di Indonesia?

Manulang menambahkan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang 230 juta dan mayoritas Islam merupakan potensi dan sekaligus bahaya besar untuk kapitalisme. Karena itulah, mereka melemahkan semua potensi yang akan menghambat kapitalisme.

”Salah satu cara yang dilakukan Amerika adalah mengangkat semacam 'sweet boy' untuk menjadi pemimpin negara yang mayoritas Islam di seluruh dunia,” jelas AC Manulang.

Jose Rizal Jurnalis dari presidium Mer-C yang juga sebagai pembicara di acara diskusi tersebut menambahkan, ”Terlalu aneh kalau seorang Air dan Eko yang menurut saksi mata masih shalat Jumat di Solo bisa dikatakan tertembak pada Sabtu jam 2 pagi di Jatiasih, Bekasi.”

Menurut Jose, bagaimana mungkin dua orang yang mengangkut bom ratusan kilogram bisa secepat itu tiba di Bekasi, dan langsung tertembak di lokasi.

Selain soal Air dan Eko, dua orang yang disebut polisi sebagai teroris dan tewas ditembak polisi di Bekasi, Jose juga menganggap aneh peristiwa penyerbuan 600 polisi di Temanggung. ”Umumnya penyerangan terhadap suatu tempat persembunyian biasanya dengan gas air mata. Dan semua orang pasti tidak akan tahan dengan cara ini,” ujar dokter yang akrab dengan suasana konflik.

Tapi anehnya, masih menurut Jose, Ibrahim tidak pernah keluar rumah yang diserbu tersebut. Bahkan, darah yang mestinya berceceran di lokasi tidak ada. Tidak tertutup kemungkinan, Ibrahim memang sudah tidak lagi hidup ketika penyerbuan berlangsung.

Jose kembali mengkritisi pasca peledakan Mariot-Ritz Carlton, ”Kenapa polisi tidak mengecek lebih lanjut siapa ratusan orang asing yang menginap di dua hotel tersebut. Tapi, langsung mengarahkan semua tuduhan itu kelompok yang disebut sebagai Nurdin M Top.”

Senada dengan Jose, AC Manulang juga mengungkapkan bahwa saat ini pihak intelejen tidak punya data soal Nurdin M Top. ”Saat ini, sepengetahuan saya, pihak intelijen tidak tahu banyak soal Nurdin M Top,” jelas Manulang.

Ismail Yusanto, sebagai juru bicara HTI yang juga sebagai pembicara di acara tersebut menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan cara-cara terorisme seperti itu dalam jihad.

Bahkan Ismail membeberkan sejumlah fakta bahwa ada ketidakcocokan antara motivasi teror dengan aksi terorisme. ”Kita sudah paham bahwa motivasi yang disampaikan aparat lewat media adalah perang melawan Amerika, tapi kenapa aksinya tidak tertuju pada aset Amerika?” ujar Ismail.

Menurutnya, hingga saat ini, dari sekian banyak peristiwa terorisme di Indonesia, tidak satu pun warga AS yang menjadi korban. Bahkan, kantor Dubes AS di Jakarta tidak tersentuh bom sama sekali.

Lalu, siapa dalang di balik teror di Indonesia? Jose mensinyalir bahwa kelompok multinasional korporat atau pebisnis multinasional di belakang gembar-gembor terorisme. Jose berargumen bahwa hanya merekalah yang tahu adanya rapat pebisnis besar di Mariot saat peristiwa bom terjadi.

Selain itu, masih menurut Jose, pasca naiknya Obama menggantikanBush, isu terorisme akan disudahi oleh Obama. Tapi, kelompok multinasional yang memang selama ini membiayai sarana militer Amerika dan negara-negara besar lainnya, tetap menginginkan kondisi konflik karena itu memudahkan bisnis mereka. Mnh.



by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.