Memuat...

Senin, 08 Maret 2010

Pendahuluan PTK ku "Meningkatkan kemampuan berpikir induktif siswa melalui Pendekatan Penemuan Terbimbing pada pembelajaran IPA SD

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat, hal ini terdapat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2009 tentang pendidikan dasar. Sekolah Dasar atau yang sederajat merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan enam tahun bagi anak-anak yang pada umumnya berusia 6-12 tahun. Pendidikan di SD dimaksudkan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Salah satu mata pelajaran yang diberikan di SD adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dimana sebagian besar materinya berhubungan dengan pengalaman hidup sehari-hari yang dialami oleh manusia pada umumnya, dan siswa pada khususnya. Menurut Srini. M. Iskandar (1997:15) Pembelajaran IPA untuk siswa SD harus dimodifikasi agar siswa-siswa dapat mempelajarinya. Ide-ide dan konsep-konsep harus disederhanakan agar sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangan kognitifnya.
Menurut Depdiknas (2006:484) mengatakan bahwa IPA juga berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Berdasarkan pernyataan di atas untuk mewujudkan hal tersebut atau untuk dapat terlaksananya pembelajaran IPA yang memberikan pengalaman langsung maka guru hendaknya memahami dan melaksanakan prinsip-prinsip pembelajaran yang berkualitas, yakni pembelajaran yang berpusat pada siswa dan bermakna bagi siswa. Pembelajaran perlu dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan berkreasi mengembangkan kompetensi siswa secara berkesinambungan.
Tujuan mata pelajaran IPA di sekolah dasar yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: a) memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaannya, b) mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, c) mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat, d) mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, e) meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam, f) meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, g) memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/ MTS (KTSP: 2006).
Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa IPA bukan mata pelajaran bersifat hafalan, tetapi mata pelajaran yang memberi peluang bagi siswa melakukan berbagai pengamatan dan latihan, terutama yang berkaitan dengan pengembangan cara berpikir yang sehat dan logis. Jika dicermati pembelajaran IPA di SD telah diusahakan untuk dekat dengan lingkungan siswa. Hal ini untuk mempermudah siswa mengenal konsep-konsep IPA secara langsung dan nyata. Sesuai dengan proses pembelajaran IPA yang menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung. Agar siswa dapat mengembangkan potensinya dalam menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah menemukan sesuatu bagi dirinya sendiri dan bergelut dengan ide-ide.
Pada kenyataannya, berdasarkan observasi pembelajaran IPA di SD masih cenderung menggunakan metode ceramah dan penugasan atau latihan-latihan dari guru. Materi pelajaran disampaikan langsung kepada siswa dan siswa hanya mendengarkan serta mencatat penjelasan dari guru. Praktikum IPA menurut hasil wawancara dengan guru IPA di SD tersebut jarang sekali bahkan tidak dilaksanakan. Guru hanya menginformasikan fakta dan konsep melalui metode ceramah dan meminimalkan keterlibatan siswa. Siswa diberi pertanyaan yang lebih cenderung berupa hafalan. Pertanyaan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir yang lebih tinggi seperti melakukan suatu percobaan kemudian menyimpulkan sendiri hasil percobaan jarang dilakukan oleh guru.
Siswa lebih banyak mendengarkan dan menunggu sajian guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan serta keterampilan yang mereka butuhkan. Hasilnya siswa kurang tertarik pada pembelajaran, kurang memahami penjelasan materi, tidak dapat menemukan konsep dan tidak dapat mengembangkan pengetahuan secara mandiri dan kurang memiliki kemampuan berpikir induktif dalam memahami konsep materi walaupun mereka memiliki banyak pengetahuan akan tetapi siswa tidak dilatih untuk menemukan sendiri pengetahuan itu. Akibatnya dapat menghambat kemampuan berpikir induktif siswa dalam mengorganisasikan suatu konsep materi pembelajaran dari guru khususnya pada mata pelajaran IPA.
Berdasarkan uraian di atas peneliti ingin mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery learning) karena dari observasi yang dilakukan dalam situasi belajar mengajar peneliti memperoleh data bahwa guru tidak pernah menggunakan konsep pembelajaran guided discovery dan dengan pendekatan ini siswa dapat menemukan atau menciptakan pengetahuan mereka sendiri tentang suatu konsep. Pembelajaran discovery ini merupakan salah satu model pengajaran menurut teori kognitif yang dikemukakan oleh Jerome Bruner. Bruner (dalam Sri Esti Wuryani Djiwandono, 2006:170-171) berpendapat bahwa peranan guru harus menciptakan situasi dimana siswa dapat belajar sendiri daripada memberikan suatu paket yang berisi informasi atau pelajaran kepada siswa. Siswa belajar melalui keterlibatan aktif dengan konsep dan prinsip-psinsip. Siswa didorong untuk mempunyai pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan dan mengkonstruksi sendiri konsep dan prinsip-prinsip sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir induktif siswa dalam belajar.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mengangkat permasalahan ini yaitu “meningkatkan kemampuan berpikir induktif siswa melalui pendekatan guided discovery pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar”.
B. Identifikasi Masalah
1. Guru masih menggunakan metode ceramah dan penugasan atau latihan-latihan.
2. Praktikum IPA jarang sekali bahkan tidak dilaksanakan.
3. Guru hanya menginformasikan fakta dan konsep dan meminimalkan keterlibatan siswa.
4. Siswa diberi pertanyaan yang cenderung bersifat hafalan.
5. Siswa kurang tertarik pada pembelajaran IPA.
6. Pertanyaan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir yang lebih tinggi seperti melakukan suatu percobaan kemudian menyimpulkan sendiri hasil percobaan jarang dilakukan oleh guru.
7. Siswa lebih banyak mendengarkan dan menunggu sajian guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan serta keterampilan yang mereka butuhkan.
8. Siswa kurang memiliki kemampuan berpikir induktif dalam memahami konsep materi.
C. Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada peningkatan kemampuan berpikir induktif siswa melalui pendekatan pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery learning) pada pokok bahasan sifat-sifat cahaya pada materi pelajaran IPA khusus kelas V Sekolah Dasar di SD Negeri Winongo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang ada, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir induktif siswa melalui pendekatan pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery learning) pada pokok bahasan sifat-sifat cahaya pada materi pelajaran IPA khusus kelas V sekolah dasar di SD Negeri Winongo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir induktif siswa melalui pendekatan pembelajaran guided discovery pada materi sifat-sifat cahaya pada siswa kelas V di SD Negeri Winongo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diharapkan dapat berguna baik secara teoritis maupun praktis.
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini dapat diharapkan bermanfaat bagi pengembangan teori metode pembelajaran dan strategi belajar mengajar dalam meningkatkan kemampuan berpikir induktif siswa khususnya pada pelajaran IPA di Sekolah Dasar.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Sebagai bekal pengalaman praktis dalam mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di universitas.
b. Bagi Almamater
Dapat dijadikan sebagai bahan kajian guna menambah khasanah keilmuan khususnya bagi mahasiswa PGSD yang nantinya akan terjun sebagai tenaga-tenaga pendidik dan umumnya bagi mahasiswa lain.
c. Bagi Guru
Memberikan masukan dan bahan pengembangan serta evaluasi bagi guru pada upaya meningkatkan kemampuan berpikir induktif siswa dengan menggunakan pendekatan guided discovery learning dalam proses belajar mengajar di SD Negeri Winongo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.

Melatih Kemampuan Berpendapat Anak dengan permainan "Cerita Berantai"

Bermain adalah sesuatu yang sangat disukai anak dan menjadi hal yang paling mengasyikkan bagi mereka. Usia bermain biasanya dilakukan oleh anak usia sekolah. Melalui permainan mereka dapat mengekspresikan dan mengaktualisasi diri dalam berinteraksi dengan teman, orang tua dan lingkungannya. Berdasarkan hasil riset mengajarkan anak melalui pendekatan belajar sambil bermain, jika diterapkan dengan benar pada anak akan mempengaruhi perkembangan kecerdasan, kreativitas, dan tingkah laku anak. Nah,,, kali ini saya akan mengenalkan permainan yang mungkin bisa membantu anak berani mengemukakan pendapat, berani berkomunikasi, berimajinasi dan mengasah daya pikirnya dalam bercerita. Permainan ini dilakukan secara berkelompok, dapat dilakukan di halaman atau di ruangan, jumlah peserta anatara 20-40 anak dengan usia 5-18 tahun. Cara permainan ini adalah sebagai berikut:

1. Guru mengajak siswa membentuk satu lingkaran besar.
2. Guru menjelaskan tujuan permainan dan memberikan tema cerita yang akan dibuat bersama-sama.
3. Guru menyiapkan catatan untuk mencatat cerita siswa. Siswa pertama di persilakan bercerita satu kalimat. Kegiatan bercerita diteruskan oleh siswa lain di sebelah kanannya dan berlangsung seterusnya hingga siswa terakhir.
4. Guru harus bisa mengatur agar cerita jangan sampai selesai sebelum siswa terakhir memberikan ceritanya. Cerita berakhir jika semua siswa telah bercerita.
5. Setelah seluruh cerita selesai, guru membacakan kembali cerita yang dibawakan siswa dan siswa diminta memberi komentar pada cerita yang sudah mereka bawakan.

Permainan ini mengasah daya kreatif anak. Guru mengatur alur yang dibuat siswa sehingga tamat pada cerita siswa terakhir. Usahakan setiap siswa terlibat dan memberi andil pada cerita bersama. Guru merekam semua informasi yang diperoleh dari siswa. Tema cerita yang digunakan harus sesuai dengan usia dan perkembangan siswa agar cerita yang mereka bawakan lebih menarik. Guru bisa memberi pilihan tema yang akan diceritakan. Dia juga bisa memotong cerita sebagian dan dilanjutkan dengan cerita siswa. Kegiatan ini akan terus dapat berkembang jika tokoh-tokohnya atau ceritanya juga dikembangkan.

by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.

Minggu, 23 Agustus 2009

Teman Adalah Hadiah Dari Yang di Atas Buat Kita


Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"

Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.

by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.

Jumat, 21 Agustus 2009

model-model permainan pembelajaran matematika kelas awal Aplikasi Teori Belajar DIENES

1. Tebak Angka
Tujuan:
1. Melatih kemampuan untuk memperkirakan karakter bilangan,
2. Melatih siswa berpikir logis
3. Melatih siswa berpikir praktis
4. Melatih siswa untuk berkompetisis
5. Melatih siswa untuk berinisiatif
6. Melatih rasa percaya diri siswa
7. Melatih kemampuan verbal siswa
Kelas: 2 dan 3
Materi : bilangan
Jumlah pemain: seluruh siswa di kelas
Alat dan bahan: pensil dan kertas

Cara permainan:
a. Guru memberikan tebak-tebakan angka kepada para pemain (siswa).
b. Guru mempunyai angka rahasia yang harus ditebak oleh semua pemain di kelas. Guru hanya memberitahukan rentang tersebut kepada para pemain.
c. Sebagai pemanasan, guru hendaknya mengambil rentang angka yang kecil, misalnya 1 sampai 10. selanjutnya, guru bisa mengambil rentang angka yang besar, misalnya 100 sampai 500.
d. Biarlah pemain bertanya megenai karakter angka rahasia itu, misalnya apakah angka ganjil atau genap, apakah habis dibagi 5, apakah berakhiran angka 0, dan seterusnya. Guru hanya menjawa ”ya” dan ”tidak”
e. Pemain menuliskan pertanyaan dan jawaban di atas kertas.
f. Pemain menjawab pertanyaan berdasarkan kesimpulan yang ditulisnya.
g. Jika jawaban salah, pemain tersebut tidak boleh lagi menjawab pertanyaan. Sebaliknya, jika jawabannya benar, ia akan mendapatkan hadiah

Variasi Lain: Pertanyaan Pemain Bisa Divariasi Misalnya Hanya Boleh Mengajukan Pertanyaan Sebanyak 3 Buah.

2. Ayo, Berdiri!

Tujuan:
a. Mengenali karakter bilangan beserta hubungannya,
b. Melatih siswa berinisiatif
c. Melatih siswa untuk kreatif
d. Melatih kemampuan verbal siswa,
e. Melatih siswa berpikir logis.

Kelas: 2 dan 3
Materi : bilangan
Jumlah pemain : seluruh siswa di kelas
Alat dan bahan : kartu angka, pensil, dan kertas

Car Permainan :
a. Masing-masing pemain mengambil kartu angka yang telah dipersiapkan oleh guru secara acak. Angka-angka tersebut memiliki rentang angka 1 sampai 100
b. Mereka menuliskan sebanyak-banyaknya sifat-sifat atau karakter dari angka yang diambil di atas kertas. Sebagai contoh, jika yang diambil adalah angka 25, siswa bisa menuliskan ”kelipatan 5”, ”kurang 10 dari 35”, ”jumlah dari 13 dan 12”, ”nomor rumahku”, dan sebagainya.
c. Jika semuanya pemain telah menuliskan sifat atau karakter dari angka yang dimilikinya, guru bisa meminta salah seorang pemain untuk ke depan kelas dan membacakan tulisannya.
d. Pemain yang lain duduk dan mendengarkan pemain yang sedang membacakan pertanyaan mengenai sifat atau karakter angka yang dimilikinya satu per satu. Jika ada pemain yang memiliki pertanyaan sama dengan yang dibacakan di depan kelas maka ia harus berdiri.
e. Sebagai contoh, siswa A yang dimiliki angka 25 berdiri di depan kelas dan menyebutkan salah satu sifat atau karakter dari angka yang dimiliki, yaitu ”kelipatan 5”. Siswa B yang memiliki angka 10 juga menuliskan pertanyaan yang sama, yaitu ”kelipatan 5” maka siswa B harus ikut berdiri.

3. Keliling Lapangan

Tujuan :
a. Mengembangkan kemampuan dalam perkiraan
b. Maltih kemampuan dalam pengukuran
c. Mempelajari hubungan antara penjumlahan dan perkalian
d. Melatih kemampuan analogi siswa
e. Melatih kemampuan berkreasi

Kelas : 3
Materi : geometri
Jumlah Pemain :1 tim (3 orang)
Alat dan bahan : alat pengukuran, kertas, pensil, dan lapangan olahraga atau taman.

Cara Pemainan :
a. Pada babak pertama, semua tim diwajibkan mengukur keliling lapangan tanpa menggunakan alat. Mereka bisa mengukur keliling lapangan dengan anggota tubuh, misalnya jengkal, depa, atau langkah.
b. Sebelumknya, meraka mengukur terlebih dahulu panjang satu jengkal, satu depa, satu langkah, dan sebagainya dengan alat ukur. Misalnya, 1 jengkal sama dengan 20 cm, 1 depa sama dengan 100 cm, dan seterusnya.
c. Mereka menuliskan hasil pengukuran di kertas dalam satuan meter.
d. Pada babak kedua, semua tim mengukur keliling lapangan dengan alat-alat di sekitar. Misalnya, tali, kayu dan sebagainya.
e. Sama seperti sebelumnya, para pemain mengukur terlebih dahulu panjang dari alat yang akan digunakan.
f. Mereka menuliskan hasil pengukuran di kertas dalam satuan meter.
g. Pada babak ketiga, semua tim beserta guru mengukur keliling lapangan secara bersama-sama dengan menggunakan alat ukur.
h. Guru mengumumkan keliling lapangan yang sesungguhnya. Pemenang adalah tim yang hasil pengukurannya sama dengan atau hasil yang sebenarnya.

variasi: menggunakan konsep pengukuran, berat, volume atau konsep pengukuran lainnya


by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.

MENDONGKRAK OTAK ANAK DENGAN MENULIS PUISI DAN CERITA ANAK

Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan permainan. Mereka tiada henti-hentinya berekspresi dengan kegiatan bermain. Bermain dalam dunia anak merupakan hal yang wajar dan pantas dilakukan, akan tetapi dalam hal ini apakah selamanya bentuk permainan dan kegiatan bermain selalu bermanfaat bagi anak ? tentu dalam hal ini kita sebagai orang tua atau guru tak salah bila selalu mencarikan bentuk kegiatan bermain positif yang menggugah selera bagi anak atau siswa kita. Menulis saat ini adalah salah satu hal yang menakutkan, tak disangkal memang, kita orang dewasa saja ,bahkan dalam hal ini saya sebagai penulis artikel ini pun sangat berat di saat disuruh membuat sebuah tulisan atau karangan. Namun adakah kreatifitas lain yang bisa menghilhami, “Bagaimana seandainya kegiatan menulis itu, kita “upgrade” menjadi suatu kegiatan yang penuh permainan dan hiburan, tentu dalam hal ini membutuhkan sentuhan – sentuhan untuk memformat ulang bentuk kegiatan yang semula menjengkelkan menjadi menyenangkan.
Apabila dunia permainan anak sudah berhasil kita sisipi virus-virus menulis, maka dalam hal ini kebermanfaatan menulis bagi anak sangatlah besar terutama dalam hal peningkatan kreatifitas dan kualitas pribadi anak, bagaimana tidak ketika anak menulis, itu berarti anak menciptakan sesuatu, yang juga berarti melontarkan pertanyaan-pertanyaan, mengalami keraguan dan kebingungan, sampai akhirnya menemukan pemecahan. Dan ketika proses kreatif tersebut semakin dilatih, anak akan semakin mudah untuk mengalihkan keahliannya kepada bidang lain yang juga membutuhkan solusi kreatif, seperti sekolah maupun kegiatan-kegiatan lainnya.Selain itu manfaat besar dari kegiatan menulis bagi anak adalah anak dapat menyatakan perasaannya tentang apa yang dialami dalam bentuk tulisan, anak dapat menyatukan pikiran ketika menuangkan ide dengan kata-kata, anak dapat menunjukkan kasih kepada sesama, misalnya dengan menulis surat ucapan terima kasih atau ulang tahun kepada orang tua, teman, atau bahkan guru,anak bisa meningkatkan daya ingat dengan cara membuat dan menulis informasi tentang sesuatu. Dari hikmah kebermanfaatan menulis bagi anak tersebut ternyata banyak sekali hambatan-hambatan yang datang baik eksternal maupun internal yang muncul sehingga kegiatan menulis pun menjadi urung untuk dilaksanakan, Hambatan-hambatan itu diantaranya adalah sebagai berikut:
• Banyak guru bahasa / sastra Indonesia yang mengeluh merasa sulit bagaimana mengajarkan menulis puisi kepada anak. Mengajarkan menulis puisi itu dirasakan cukup sulit. Mengapa? Salah satu sebabnya mungkin kita selaku pendamping/pembina tidak pernah menulis puisi.Tentulah tidak semua guru bahasa/sastra Indonesia memiliki bakat menulis puisi. Bagaimana kita mengajarkan menulis puisi kalau kita sendiri belum pernah melakukannya? Memang idialnya guru bahasa/sastra Indonesia pernah/biasa menulis apa saja.
• Kita sering menakut-nakuti dan memararahi terlebih dahulu kepada anak bahkan dengan sedikit ancaman kalau kita memulai sesuatu yang kita anggap sulit seperti menulis puisi untuk menutup-nutupi kekurangan kita. Hal ini tentu sudah lumrah untuk menutupi kelemahan kita. Kita tidak bisa menjawab pertanyaan anak sering juga marah-marah agar anak tidak berkutik. Kalau ini sering terjadi kita sudah menyakiti diri sendiri. Zaman sekarang jarang anak yang pintar/terampil, akan hormat kepada gurunya kalau mereka sering dimarahi di luar batas. Ingatlah kalau kita marah kepadanya, dia pun marah kepada kita. Anak pun banyak tahu kelemahan kita ini. Kalau ada waktu cobalah bertanya kepada anak. Idialnya pertanyaan kita kepada anak dalam hal ini “Apa kesulitan Kalian”? Marilah kita cari cara jalan pemecahannya.
Lantas jika beberapa hambatan itu sudah kita ketahui, sebagai seorang pendidik atau orang tua yang ingin anaknya pandai menulis, apa yang semestinya kita lakukan ?
Sebagai contoh : Untuk memulai menulis puisi tidaklah terlalu sulit sebenarnya bagi anak kalau kita selaku pendamping/guru mau sedikit berusaha. Jika sekolah kita lokasinya dekat pantai, kita bisa mengajak anak kita mengunjungi dan memanfaatkannya sebagai inspirasi dalam menulis puisi. Jika sekolah mempunyai program karya wisata, kemah di akhir catur wulan kita manfatkan situasi itu untuk belajar menulis puisi. Kegiatan ini memang hanya bisa dilakukan sekali setahun. Di sisi lain, umumnya orang tua mengeluh dengan kegiatan ini karena dianggap hanya mengabiskan uang. Kalau memungkinkan sebulan sekali anak karya wisata secara terpadu untuk berbagai kegiatan. Di negara yang sudah maju, cara ini sudah terprogram. Kalau anak mempelajari tentang hewan misalnya, di akhir pekan anak di ajak ke kebun binatang. Kalau di daerah kita tidak ada kebun binatang, tentu kita bisa mengajak anak ke kandang sapi misalnya untuk mengamati sesuatu. Tidak usah tempat yang jauh. Inilah salah satu kelemahan pendidikan kita, kita menamkan sesuatu hanya di dalam kelas yang bersifat verbalis dan vokalis. Akibatnya, tamatan sekolah kita lebih banyak omongnya(tentu ada yang bagus dan tidak bagus) tetapi kerja nyatanya banyak yang merusak alam demi kepentingan sesaat.
Cara lain mengajarkan menulis yang agak mudah dilakukan adalah dengan menggunakan postcard bergambar seperti gambar pemandangan alam, gambar aktivitas manusia atau gambar yang lainnya. Dengan menggunakan media ini, anak merasa lebih mudah menuangkan idenya sebab mata mereka(anak) telah dapat melihat sesuatu yang konkret dalam gambar, tinggal anak memilih dan mengolah kata untuk dijadikan puisi. Cara ini tentu sangat layak dimulai dari jenjang pendidikan pada tingkat dasar. Bagaimana untuk mengarang ceritanya ? tentunya hal di atas juga berlaku untuk kegiatan memulai menulis cerita / karangan . Dalam hal ini satu yang perlu diperhatikan yang pertama, tumbuhkan terlebih dulu kecintaan dan kebiasaan anak dalam hal membaca. Ketika anak baru memulai menulis, tidak perlu mengajarkan tata bahasa pada anak. Sebagian besar pengetahuan ketatabahasaan ini sifatnya berkembang sehingga bisa dikuasai anak sedikit demi sedikit, disamping itu menuntut kesempurnaan tulisan anak adalah kerangka berpikir yang buruk untuk menjadikannya seorang penulis. Tidak hanya menyingkirkan kreativitas dan keceriaan, hal tersebut juga bisa menimbulkan kelumpuhan besar bagi penulis. Gunakan kata-kata pujian sebagai cara yang efektif untuk memotivasi anak dalam menulis. Pada akhirnya, untuk menumbuhkan budaya menulis pada anak, anak perlu dibiasakan dengan tulis menulis itu sendiri dan menjadikan kegiatan menulis sebagai suatu hal yang menyenangkan. Perlu kerja keras, kesabaran, dan bimbingan untuk meraihnya. Namun hasilnya, anak akan memetik keuntungan sepanjang hidupnya melalui kegiatan ini

by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.

10 IPTEK TERBESAR MASA DEPAN YANG MENGAGUMKAN

IPTEK Sesuai ramalan terkini dari majalah Inggris New Scientist, 10 produk iptek besar terkini diharapkan di dalam 30 tahun ke depan, dari ruang laboratorium melangkahkan kakinya ke rumah Anda, menjadi produk umum seperti halnya handphone (HP). Ke-10 iptek besar tersebut termasuk alat pendeteksi tembus dinding, mantel penyirna tubuh ala Harry Potter, peralatan panjat dinding ala spiderman yang membuat orang mampu memanjat dinding, pesawat terbang pribadi super, pesawat antariksa pribadi dan TV yang dapat menebarkan aroma dan lain-lain. Ada yang berpendapat ramalan tersebut terlalu muluk-muluk, betul-betul sulit dipercaya. Namun coba kita kilas balik ke-30 tahun yang lampau, pada 1979 tatkala perusahaan Jepang, NET berhasil mengembangkan HP internet pertamanya di seluruh dunia, banyak orang masih mengira berjalan sambil berbicara di telepon adalah hal yang mustahil, tetapi bagi manusia zaman sekarang HP telah menjadi barang bawaan yang harus ada. Seiring dengan perkembangan iptek, siapa bilang impian tersebut tak dapat menjadi kenyataan?
Harian Daily Mail Inggris dengan rinci menjelaskan "10 produk iptek besar masa depan" sebagai berikut:

1. Dinamo Dari Tubuh Manusia.

Nyaris setiap orang zaman sekarang memiliki HP, iPod dan alat elektronik lainnya, akan tetapi berbicara dengan HP dan mendengarkan iPod agak lama sedikit begitu baterai habis padahal kita sedang di luar, tentu tak dapat mengisi ulang, lantas bagaimana?
Andaikan saja dari pergerakan tubuh manusia bisa setiap saat di-pergunakan untuk pembangkit listrik, betapa bagusnya hal itu. Kini ilmuwan di laboratorium sudah merealisir harapan tersebut. Wang Zhonglin seorang ilmuwan keturunan Tionghoa dari Politeknik Georgia, AS, menggunakan teknik Nano dan Piezoelectrik effect guna membangkitkan listrik. Dia berhasil membuat semacam pakaian serat fiber berdinamo dari bahan campuran serat logam super halus. Setiap kali fiber ditekan atau ditekuk, bisa menghasilkan aliran listrik. Yang disebut dengan Piezoelectrik effect adalah ketika materi tertentu tatkala menerima tekanan bisa menghasilkan listrik. Wang Zhonglin menggunakan benang nano yang dibuat dari Zinc Oxyd (seng oksida) dibungkus dengan seuntai serat tenun. Sewaktu orang mengenakan pakaian semacam ini, asalkan terhembus angin atau gerak sedikit saja sudah cukup membuat pakaian tersebut menghasilkan listrik. Dewasa ini teknik tersebut masih dalam tahapan percobaan di laboratorium, menanti sesudah teknik semakin matang, maka orang-orang bisa setiap saat mencharge hp ataupun iPodnya.


2. Alat Pengintai Tembus Dinding

Di dalam dongeng dewa atau manusia super pasti memiliki daya pandang tembus, bisa melihat benda di balik dinding, melihat suasana di belakang dinding. Tetapi kini para ilmuwan menggunakan gelombang radio dan telah merealisir impian ini. Perusahaan konsultan iptek Cambridge - Inggris menggunakan gelombang radio yang memiliki keistimewaan bisa menembus benda padat, telah menciptakan sistem pengintai sinar X hanya sebesar tas kantor.

Prism 200, nama peralatan ini bisa memancarkan semacam gelombang pulsa ultra wide band, bisa menembus dinding atau materi setebal 40 cm, mendeteksi segala gerakan dalam radius 15 meter, dapat membantu pihak kepolisian sewaktu dalam pengepungan penculik dan mampu mendeteksi posisi penyandera dan korban yang disandera di dalam ruangan. Peneliti Universitas Teknik Munich Jerman telah menciptakan semacam peralatan, yang meskipun tersekat oleh pintu, asalkan meluncurkan semacam gelombang radio antara 433 MHz dan 24.000 MHz, maka bisa mendeteksi pernafasan dan detak jantung dan gerakan minim dari balik pintu.

3. Memanjat dinding dan Qinggong (ilmu meringankan tubuh)

Spiderman di dalam film, mampu memanjat dinding dan berlompatan di atas atap gedung pencakar langit. Kini selingan di kala senggang ini sudah dipergunakan oleh ilmuwan dengan menggunakan semacam peralatan perekat kuat untuk merealisasi perlawanan terhadap gravitasi. Para ilmuwan memperoleh inspirasi ini dari prinsip anatomi kaki cecak.

Cecak bisa merayap di dinding berkat mengandalkan 2 juta batang rambut pada setiap kakinya, yang menimbulkan listrik mikro elektrostatik dan membentuk sebuah daya rekat yang sangat kuat. Andre Geim, peneliti dari Universitas Manchaster, Inggris telah merencana semacam materi tiruan bulu cecak, hanya sebesar 1 cm2, dikenakan pada sarung tangan dan sepatu, dan bisa menopang bobot 1 kg. Nicola Pugno, peneliti politeknik Universitas Turin Italia merangkap teknologi Nano, telah membuat satu pasang sarung tangan yang masing-masing mampu menahan bobot 10 kg. seiring dengan perbaikan teknis, impian indah masyarakat penggemar spiderman dapat menjadi sepertinya tak lama lagi bisa direalisir.

4. Insang buatan

Umat manusia bila meninggalkan oksigen maka tak mampu mempertahankan eksistensinya, sewaktu menyelam udara dimampatkan dari dalam tabung, kalau terpakai habis maka harus naik ke tepi, tak mampu seperti ikan duyung yang bisa hidup di daratan maupun menyelam di dasar laut. Namun begitu manusia dapat mencipta insang buatan, berkelana di istana Nyi Roro Kidul sudah bukan masalah lagi. Fuji Systems - Jepang membuat insang buatan dari membran silikon, udara bisa menembusnya tapi cairan tak dapat, bisa memfilter oksigen di dalam air, bersamaan itu membuang CO2, persis seperti insang ikan. Pada 2002, ada penyelam yang berhasil mengenakan insang buatan berada di dasar air selama 30 menit.

Tetapi oleh karena di dalam air laut hanya terdapat 1,5% oksigen, sedangkan oksigen yang disiapkan insang buatan terlalu minim, tidak mencukupi kebutuhan nafas manusia. Ilmuwan Israel memakai baterai menggerakkan mesin sentrifugal berkecepatan tinggi, sesudah mengurangi tekanan air laut bisa membebaskan lebih banyak oksigen, tetapi bagi penyelam, walau tak perlu lagi membawa tabung oksigen, tetapi masih perlu menggendong aki dan alat pengukur pengurang tekanan.

5. Alat penterjemah langsung

Perusahaan SRI, AS, pernah mengembangkan sebuah software pengenal suara IraqComm dan penerjemahan kepada tentara pendudukan AS di Irak, di saat bicara bahasa Arab dan diarahkan ke mikrofon, komputer dengan segera menerjemahkannya ke bahasa Inggris dan melafalkan bahasa terjemahannya. Ilmuwan di Universitas Carnegie Mellon Pittsburg, AS, sedang membuat sistem serupa dinamakan Speechalator, bisa digunakan pada palm sized note book dan PDA. Meskipun dewasa ini daya perbendaharaan-katanya terbatas, namun bantuan komunikasi IraqComm bagi tentara AS dan orang Iraq sangat besar.

6. Mantel penyirna tubuhManusia dalam melihat suatu benda adalah karena benda tersebut

telah menghalangi lewatnya gelombang cahaya. Jikalau pada benda tersebut diliputi satu lapis materi spesial yang mengandung Refractive index negative, secara teoritis bisa membuat cahaya tanpa hambatan meneruskan maju ke depan, dengan demikian benda tersebut secara visual sudah lenyap.

Kini standar iptek belum bisa membuat orang menghilang tetapi sangat mungkin merencanakan sebuah mantel penyirna tubuh. Tahun yang lalu Universitas Duke, AS, menyatakan bisa membuat metamaterials yang bisa membelokkan cahaya, bahan penyirna semacam ini dibuat dari sejumlah besar bahan sintetis yang menyerupai fiber glass dan dibentuk dengan sistem susunan mendatar, bisa membalikkan gelombang elektromagnetik, dengan melalui mengubah sorotan cahaya untuk menyembunyikan benda.

Dewasa ini peneliti dengan sukses memperluas area wilayah yang bisa menghadang gelombang cahaya, meningkatkan dengan tajam kemampuan menutupi benda. Metamaterials selain bisa dibuatkan mantel penyirna tubuh, juga bisa dipergunakan di optical fiber communication, dibuat speed fiber optic diperkirakan bisa meningkatkan minimal 10 kali lipat kecepatan on line dewasa ini.

7. Pesawat terbang pribadi

Pesawat terbang dipandang oleh banyak ilmuwan sebagai model iptek moderen. Tanpa pesawat, bisakah manusia terbang ke langit?

Pada 1920 telah dikembangkan pesawat terbang pribadi, sampai tahun 60-an, ada yang merancang pesawat pribadi yang mampu terbang 30 detik. Hingga 2008, Martin Jetpack yang dirancang oleh perusahaan pesawat Martin, Selandia Baru, membuat pesawat pribadi tidak lagi bagian dari komik fiksi iptek. Martin Jetpack menyediakan dua starter Turbojet engine, digerakkan memakai bensin, satu gallon bensin cukup untuk 30 menit terbang, sekitar 50 km jauhnya. Selain itu pesawat dilengkapi juga dengan parasut, tak perlu takut jika mengalami kerusakan. Harga jual pesawat tersebut adalah US$ 100.000, diprediksi paling cepat semester kedua tahun ini sudah bisa dipasarkan.

8. Pesawat antariksa pribadi

Selain pesawat pribadi, ada orang yang ingin memiliki pesawat antariksa pribadi, setiap saat bisa melayang ke ruang angkasa untuk menikmati indahnya bulan dan bintang. Pada umumnya mahalnya pesawat antariksa ada pada bahan bakarnya. Biasanya meluncurkan satu kali roket, harus merogoh biaya BBM sebesar US$ 100 juta. Insinyur AS, Leik Myrabo ternyata memiliki ide baru yakni tanpa penggunaan BBM.

Myrabo senantiasa berupaya pada penelitian gelombang mikro. Ia merencanakan penggunaan laser permukaan ditembakkan ke arah bagian dasar pesawat antariksa berbobot ringan, bisa menimbulkan Explosive plasma, sehingga melontarkan pesawat antariksa ke atas. Diprediksi pada 2025, modal dengan cara baru ini hanyalah 1/1000 daripada yang sekarang.



9. Alat terapi ultrasonic mini/jinjing

Di dalam cerita silat, orang yang berilmu tinggi bisa menyembuhkan orang lain dengan metode memancarkan tenaga dalam, karena di dalam Gong (energi hasil kultivasi)-nya terdapat materi berenergi tinggi, misalnya ultrasonik dan lain sebagainya. Kalangan kedokteran sudah jauh hari menggunakan gelombang ultrasonik guna pemeriksaan kondisi perempuan hamil, namun dewasa ini menggunakan ultrasonik untuk penyembuhan, juga telah menjadi cara operasi baru.

Lawrence Crum, professor Universitas Washington, AS, yang telah sukses mengembangkan semacam peralatan terapi ultrasonik jinjing, melalui ultrasonik yang membebaskan ultrasonik berenergi rendah, kondisi pembuluh darah yang terluka oleh gelombang ultrasonik jikalau ditemukan pembuluh darah terdapat gejala berdarah, alat tersebut membebaskan lagi ultrasonik energi tinggi untuk menimbulkan panas tinggi dan memampatkan pembuluh darah. Ia tahun ini bisa melakukan uji klinis terhadap peralatan terapinya.

10. Bau sebagai pengontrol TV

Percayakah Anda? TV masa depan selain bersuara, berwarna, juga bisa beraroma. Otak manusia membagi aroma menjadi 30 lebih jenis, misalnya aroma kayu, aroma bunga, aroma rumput dan lain sebagainya. Jauh pada akhir 1990 sudah ada perusahaan yang pada tahap awal berhasil meneliti teknik bebauan sintetis, mampu membuat hampir semua aroma yang ditemui setiap hari. Tetapi pada TV seiring dengan perubahan gambar, bagaimana mencegah aroma yang berbeda tidak tercampur dan berubah ke jenis aroma lainnya, serta bagaimana menangkal bau yang tak mau lenyap yang belum sinkron dengan gambar ditampilkan.

Metode perusahaan Xin Li, Jepang ialah menghindari hidung, namun langsung menyerang bagian otak. Di dalam hak ciptanya, Xin Li menggunakan ultrasonik langsung merangsang bagian tertentu pada otak manusia, membuat penonton atau pemain toy mengira mengendus aroma tertentu. Namun teknik tersebut masih sangat primitif, jalan ke masa depan masih agak panjang.



Posted by: teacher in MyBlog
by: nur_lita
Jadikan hati dan diri bermakna bagi hidup ini.